Tuesday, July 19, 2005

Menjadi Asing di Rumah Sendiri

Masih ingat dengan kawasan Condet? Dulu kawasan yang yang ada di Jakarta Timur ini identik dengan tempat tinggal orang Betawi. Pada 1976 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin mencanangkan Condet sebagai cagar budaya Betawi. Sayang, cagar budaya tersebut hanya bertahan sekitar 10 tahun. Selanjutnya Condet hanya tinggal kenangan. Suku Betawi di kawasan yang terdiri atas Kelurahan Bale Kambang, Batu Ampar, dan Kampung Tengah ini menjadi minoritas. Menurut sensus penduduk 2000, jumlah warga Betawi di kawasan Condet hanya 1,5 persen dari total penduduk di kawasan tersebut.

Setelah kawasan cagar budaya Betawi hilang, di mana orang Betawi tinggal sekarang? Menurut peta sebaran etnis Betawi di Jabodetabek, sebagian besar orang Betawi kini tinggal di Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.
Dibandingkan dengan suku-suku lainnya, dalam hal jumlah, orang Betawi mendominasi wilayah Kabupaten Bekasi. Hampir 50 persen penduduk Bekasi adalah orang Betawi. Mereka menetap di Kecamatan Tarumajaya, Babelan, Tambelang, Tambun Utara, Sukawangi, Sukakarya, Karang Bahagia, dan Cikarang Barat.

Selain mendominasi Kabupaten Bekasi, orang Betawi juga banyak tinggal di Kota Depok. Hampir 34 persen penduduk Depok sekarang adalah suku Betawi. Sebagian besar dari mereka bertempat tinggal di Kecamatan Sawangan dan Pancoran Mas.

Sensus penduduk (SP) tahun 2000 mengungkapkan bahwa masih ada suku Betawi yang menempati kawasan Jakarta Pusat. Ada sekitar 30 persen warga Betawi di wilayah tersebut. Penduduk Betawi yang ada di Jakarta Pusat kebanyakan ditemukan di Kelurahan Kampung Bali, Kebon Sirih, Kwitang, Kramat, Pegangsaan, Cikini, Kebon Melati, Kebon Kacang, Kenari, Paseban, Petamburan. Perkampungan Betawi di Jakarta Pusat sebagian besar merupakan perkampungan asli Betawi, seperti kawasan Cikini, Tanah Abang, Pejompongan, dan Kebon Sirih-dulu dikenal dengan sebutan Kampung Betawi Tengah.

Jakarta Barat juga merupakan tempat tinggal orang Betawi. Di antara suku-suku lainnya, jumlah warga Betawi di wilayah tersebut cukup banyak. Ada 552.000 jiwa warga Betawi atau sekitar 30 persen dari total penduduk yang menetap di bagian barat Jakarta tersebut. Mereka tersebar di Kelurahan Kamal, Duri Kosambi, Meruya Selatan, Kembangan Selatan, Cengkareng Barat, Sukabumi Utara, Sukabumi Selatan, dan Kota Bambu Selatan.
Di luar itu, sebagian suku Betawi tinggal di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Hampir 80 persen penduduk Kepulauan Seribu adalah suku Betawi.

Warga Betawi tidak hanya ada di Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Di wilayah Kota Tangerang sebagian besar warga Betawi tinggal di wilayah timur, yang berbatasan langsung dengan Jakarta, seperti Kecamatan Benda, Kosambi, Pinang, Cipondoh, Teluk Naga, dan Paku Haji. Apabila dibandingkan dengan suku-suku lainnya, jumlahnya termasuk minoritas. Jumlahnya yang menetap di Kota Tangerang hanya sekitar 20 persen dari seluruh penduduk kota itu.

Wilayah tetangganya, Kabupaten Tangerang, juga dihuni oleh orang Betawi. Akan tetapi, hanya di bagian timur yang penduduknya mayoritas adalah orang Betawi. Hal ini seperti terlihat di Kecamatan Serpong, Pondok Aren, dan Malik, yang dihuni oleh sekitar 70 persen orang Betawi.
Berapa jumlah orang Betawi di Jakarta? Sensus penduduk 2000 mencatat ada 2.301.587 jiwa di Jakarta. Selain itu, orang Betawi yang tinggal di Tangerang, Depok, dan Bekasi jumlahnya mencapai 2.339.083 jiwa.

Apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Betawi pada tahun 1930 yang mencapai 778.593 jiwa, terlihat peningkatan yang mencolok. Namun, jika dibandingkan dengan total penduduk Jakarta, persentase orang Betawi menunjukkan penurunan. Kalau pada 1930 jumlah mereka 54 persen dari penduduk Jakarta, pada 2000 orang Betawi hanya 30 persen dari seluruh jumlah warga Ibu Kota. Kaum pendatang, aneka suku bangsa, telah membanjiri Jakarta dan orang Betawi tersingkir, didorong arus urbanisasi.

Sesudah cagar budaya Betawi di Condet lenyap, baru pada tahun 2001 Gubernur Sutiyoso melanjutkan perhatian terhadap Betawi yang kian terpinggirkan. Situ Babakan di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ditetapkan sebagai perkampungan Betawi. Hampir 70 persen penduduk kelurahan itu merupakan orang Betawi. Namun, apakah dalam sepuluh tahun ke depan orang Betawi masih dominan di Srengseng Sawah? Tidak ada yang tahu. Orang Betawi telah menjadi asing di rumahnya sendiri.
(M Puteri Rosalina/Litbang Kompas)

comment ane:
ane sendiri pendatang halal di condet. membeli rumah di atas tanah yang semula dimiliki orang betawi asli condet yang kemudian pindah ke daerah Pasar Rebo. Ane tidak membeli langsung darinya, tetapi dari tangan ke dua, orang Jawa-Palembang yang pindah ke Tebet.

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Sudah saatnya orang Betawi jangan mau mengalah terus!!!!!!!!!!!

9:06 PM  
Anonymous Anonymous said...

gmn ga kesingkir bang...makin byk org luar ke jkt tuk nyari nafkah...makin byk lahan pencaharian di jakarte udah pastinye org betawi makin kegusur aje deh ;(

5:58 PM  
Blogger Zaky said...

Betawi....oh...Betawi....

2:28 PM  

Post a Comment

<< Home