Tuesday, July 19, 2005

Arsitektur Rumah Betawi

“MASYARAKAT Betawi tergolong masyarakat rawa. Itu sebabnya mereka mengenal model rumah panggung,” kata Ridwan Saidi, tokoh Betawi yang sedang menyiapkan peluncuran buku riset sejarah garapannya: Babad Tanah Betawi.

Namun, Ketua Tim Pengelola Perkampungan Budaya Betawi (PPBB) Agus Asenie Dipl Ing, praktisi arsitektur berpendapat, masyarakat Betawi sebenarnya tinggal di habitat yang beragam, sejak pesisir hingga pedalaman. Bahkan, sekarang juga tinggal di wilayah urban padat penduduk di tengah Kota Jakarta.

“Sehingga rumah panggung bukan satu-satunya sistem rumah tradisionilnya. Arsitektur rumah Betawi juga mengenal rumah darat. Jadi memang ada variasi pola arsitektur rumah sesuai dengan rentang sebaran komunitas Betawi dari pesisir yang mencari nafkah sebagai nelayan hingga pedalaman yang bercocok tanam padi sawah,” kata Agus, putra Betawi juga, asal Slipi.

Dua tahun terakhir Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Tim Pengelola Perkampungan Budaya Betawi yang dipimpin Agus Asenie melaksanakan proyek pemugaran sebuah rumah tradisional dan pembuatan rumah baru berarsitektur tradisional Betawi di kampung Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ini satu bagian kecil saja dari rencana proyek berjangka multi tahun di atas lahan 165 Ha, yang tidak saja bertujuan mengkonservasi arsitektur tradisional Betawi di kawasan itu, tapi juga berusaha membuat daerah tujuan wisata baru di selatan Jakarta. Lokasinya ideal karena adanya Danau Setu Babakan, berudara sejuk (24-26 derajad Celsius), berkontur (naik turun), dan sudah dihuni oleh komunitas Betawi yang masih lumayan mengukuhi adatnya.

Setiap Sabtu dan Minggu, di panggung berarsitektur Betawi yang dibikin oleh Tim PPBB sudah rutin berlangsung atraksi wisata seperti tari ondel-ondel juga upacara adat seperti perkawinan dan khitanan, yang sudah mulai dikunjungi turis manca negara. Tahun lalu jumlah pengunjung sudah mencapai 10.000 orang, dengan salah satu daya tarik utama sebuah situs rumah tradisional Betawi yang dipugar PPBB milik warga setempat bernama Pak Samin Jebul (60).

MENURUT hitungan kasar Ridwan Saidi, saat ini ada tak kurang dari 3.000 rumah berarsitektur tradisional Betawi di kawasan hunian komunitas Betawi, sejak kawasan Pulau Seribu di utara, hingga Cileungsi di selatan, sejak Balaraja (Tangerang) di barat sampai Cikarang (Bekasi) di timur.

Sebegitu jauh, baik Ridwan Saidi maupun Agus Asenie mengutarakan, belum ada sumber sekunder yang berasal dari kalangan akademik tentang arsitektur rumah Betawi. Tidak ada primbon atau pustaka klasik yang berisi kodifikasi arsitektur Betawi, sehingga Ridwan mengaku harus meraba sendiri ciri khas arsitektur rumah Betawi ini ketika meneliti, seraya dibandingkan dengan arsitektur rumah tradisional suku lain. Misalnya, bahwa masyarakat Betawi tidak mengenal fengshui, hukum arah angin sebagaimana masyarakat Tionghoa.

“Betawi pada awalnya adalah masyarakat river basin. Mereka membangun masyarakat
berkelompok sepanjang sungai-sungai di kawasan ini. Ada belasan sungai besar di kawasan ini. Pintu depan rumah menghadap ke arah sungai. Akibatnya, setelah perlahan-lahan rumah Betawi masuk ke pedalaman, arah hadap rumah Betawi tidak teratur seperti rumah di Jawa yang berjajar menghadap jalan. Tetapi, sisa-sisa budaya DAS-nya masih tertinggal, biasanya dalam bentuk adanya sumur gali di depan rumah. Anda ingat Mandra atau Basuki di serial Si Doel kalau mandi di sumur di depan rumah mereka,” katanya.

Sekarang ini, terkena budaya kontemporer yang membataskan jumlah lahan yang kian
menuntut pola arsitektur compact (ringkas), kata Agus, sumur depan rumah sudah kian hilang. Digantikan pompa-pompa listrik yang dipasang di belakang rumah. Pada dasarnya ada tiga zoning di rumah tradisional Betawi, kata Ridwan Saidi. Kurang lebih mengikuti hukum arsitektur modern juga, kawasan publik (ruang tamu), kawasan privat (ruang tengah dan kamar) dan kawasan servis (dapur), tambah Agus. Dalam bahasa Betawi, kawasan publik yang berupa ruang tanpa dinding ini kawasan amben, disusul ruang tengah yang didalamnya ada kamar yakni wilayah pangkeng. Paling belakang adalah dapur atau srondoyan.

Masing-masing kawasan ini bisa merupakan bangunan sendiri, dengan pola atap sendiri. Bisa pula satu rumah utuh dengan sebuah saja pola atap, yang terbagi dalam tiga zona tadi. Variasi ini ditentukan status sosial ekonomi penghuninya. Jika setiap zona punya satu pola atap, masing-masing bisa berupa salah satu dari model atap pelana (segitiga sama sisi), atau limas dengan dua kali “terjunan” air hujan yang sudutnya berbeda. Atau lagi kombinasi dari kedua sistem atap ini.

Pilihan pola atap menurut Ridwan Saidi, tampaknya tidak terlalu menjadi tuntutan dalam arsitektur tradisional Betawi. Tidak seperti di Jawa yang sampai perlu ada selamatan khusus untuk itu. Bagi komunitas Betawi yang penting justru pembangunan pondasi rumah. Itu sebabnya, mereka mengenal selamatan “sedekah rata bumi". Hanya saja, sambung Ridwan, selamatan ini dilakukan sesaat setelah kuda-kuda atap rumah sudah sempurna berdiri.

RIDWAN mencatat ada sebuah sudut penting, bahkan sakral dalam arsitektur Betawi.
Yakni, konstruksi tangga, yang diistilahkan balaksuji. Sayangnya ini agak sulit ditemukan di rumah Betawi bukan panggung. Balaksuji adalah konstruksi tangga di rumah panggung Betawi. Rumah darat kadang-kadang juga punya, jika lantaran “kultur rumah panggung", membuat pemilik rumah sengaja meninggikan lantai rumahnya dari permukaan tanah sekitar. Pada kasus demikian pemilik rumah juga membuat balaksuji, tangga menuju rumah.

Tak ada konfirmasi literer soal ini. Hanya saja Ridwan menjelaskan, inilah (boleh jadi) arti harafiah dari istilah “rumah tangga” yang dikenal selama ini.

“Sebuah keluarga yang utuh tinggal di rumah yang ada tangganya. Makanya, bernama rumah tangga. Tangga balaksuji ini bagian rumah yang sarat nilai filosofi. Bisa disamakan dengan tangga spiritual dalam tradisi Betawi. Mungkin bisa diidentikkan dengan prinsip tangga dalam arsitektur kebudayaan lain, seperti Borobudur, atau suku kuno Inca. Bahwa memasuki rumah lewat tangga adalah proses menuju kesucian. Idealnya jika ada sumur di depan rumah, siapa pun yang hendak masuk rumah harus membasuh kakinya dulu, baru naik tangga, sehingga masuk rumah dalam keadaan bersih. Ini memang bukan soal fungsi, tapi perlambang,” katanya.

Di rumah modern yang dihuni masyarakat Betawi sekarang, banyak hal sudah hilang, termasuk tangga balaksuji ini. Hanya saja, kata Ridwan, di sejumlah kampung balaksuji dipertahankan, atau pindah lokasi. Tangga ini tidak ada di rumah penduduk, tapi ada di masjid kampung. Balaksuji dipasang di tempat khotib berkhotbah. Tangga ini menjadi tangga menuju mimbar. Kesuciannya dipertahankan di rumah ibadah. (ody)

Sumber: Harian Kompas, Minggu, 21 April 2002

6 Comments:

Blogger philharolds5425 said...

='Brand New News Fr0m The Timber Industry!!'=

========Latest Profile==========
Energy & Asset Technology, Inc. (EGTY)
Current Price $0.15
================================

Recognize this undiscovered gem which is poised to jump!!

Please read the following Announcement in its Entierty and
Consider the Possibilities�
Watch this One to Trad,e!

Because, EGTY has secured the global rights to market
genetically enhanced fast growing, hard-wood trees!

EGTY trading volume is beginning to surge with landslide Announcement.
The value of this Stoc,k appears poised for growth! This one will not
remain on the ground floor for long.

KEEP READING!!!!!!!!!!!!!!!

===============
"BREAKING NEWS"
===============

-Energy and Asset Technology, Inc. (EGTY) owns a global license to market
the genetically enhanced Global Cedar growth trees, with plans to
REVOLUTIONIZE the forest-timber industry.

These newly enhanced Globa| Cedar trees require only 9-12 years of growth
before they can be harvested for lumber, whereas worldwide growth time for
lumber is 30-50 years.

Other than growing at an astonishing rate, the Global Cedar has a number
of other benefits. Its natural elements make it resistant to termites, and
the lack of oils and sap found in the wood make it resistant to forest fire,
ensuring higher returns on investments.
T
he wood is very lightweight and strong, lighter than Poplar and over twice
as strong as Balsa, which makes it great for construction. It also has
the unique ability to regrow itself from the stump, minimizing the land and
time to replant and develop new root systems.

Based on current resources and agreements, EGTY projects revenues of $140
Million with an approximate profit margin of 40% for each 9-year cycle. With
anticipated growth, EGTY is expected to challenge Deltic Timber Corp. during
its initial 9-year cycle.

Deltic Timber Corp. currently trades at over $38.00 a share with about $153
Million in revenues. As the reputation and demand for the Global Cedar tree
continues to grow around the world EGTY believes additional multi-million
dollar agreements will be forthcoming. The Global Cedar nursery has produced
about 100,000 infant plants and is developing a production growth target of
250,000 infant plants per month.

Energy and Asset Technology is currently in negotiations with land and business
owners in New Zealand, Greece and Malaysia regarding the purchase of their popular
and profitable fast growing infant tree plants. Inquiries from the governments of
Brazil and Ecuador are also being evaluated.

Conclusion:

The examples above show the Awesome, Earning Potential of little
known Companies That Explode onto Investor�s Radar Screens.
This s-t0ck will not be a Secret for long. Then You May Feel the Desire to Act Right
Now! And Please Watch This One Trade!!


GO EGTY!


All statements made are our express opinion only and should be treated as such.
We may own, take position and sell any securities mentioned at any time. Any
statements that express or involve discussions with respect to predictions,
goals, expectations, beliefs, plans, projections, object'ives, assumptions or
future events or perfo'rmance are not
statements of historical fact and may be
"forward,|ooking statements." forward,|ooking statements are based on expectations,
estimates and projections at the time the statements are made that involve a number
of risks and uncertainties which could cause actual results or events to differ
materially from those presently anticipated. This newsletter was paid $3,000 from
third party (IR Marketing). Forward,|ooking statements in this action may be identified
through the use of words such as: "pr0jects", "f0resee", "expects". in compliance with
Se'ction 17. {b), we disclose the holding of EGTY shares prior to the publication of
this report. Be aware of an inherent conflict of interest resulting from such holdings
due to our intent to profit from the liquidation of these shares. Shar,es may be sold
at any time, even after positive statements have been made regarding the above company.
Since we own shares, there is an inherent conflict of interest in our statements and
opinions. Readers of this publication are cautioned not
to place undue reliance on
forward,|ooking statements, which are based on certain assumptions and expectations
involving various risks and uncertainties that could cause results to differ materially
from those set forth in the forward- looking statements. This is not solicitation to
buy or sell st-0cks, this text is or informational purpose only and you should seek
professional advice from registered financial advisor before you do anything related
with buying or selling st0ck-s, penny st'0cks are very high risk and you can lose your
entire inves,tment.

5:19 PM  
Blogger Jeego said...

Hai, Di antara banyak blog yang saya lawati hari ini, blog anda antara yang hebat. Saya akan bookmark blog anda!

Saya ada tips kaya dengan mudah. Peluang dan tips kaya dengan mudah di sini.

Lawatilah bila ada masa lapang :-)

9:29 AM  
Blogger Jeego said...

Hai, Anda mempunyai blog yang hebat! Saya akan bookmark blog anda!

Saya ada tipsusaha jadi kaya. Banyak tips usaha jadi kaya di sini.

8:13 AM  
Blogger Rockerz said...

Hai, Di antara banyak blog yang saya lawati hari ini, blog anda antara yang hebat. Saya akan bookmark blog anda!

Saya ada tips usaha jadi kaya. Peluang dan tips usaha jadi kaya di sini.

Lawatilah bila ada masa lapang :-)

7:43 AM  
Anonymous Anonymous said...

hi,.. saya riri, saya arsitek UI lulus thn 2003, saya tertarik dgn blog anda, saat ini saya sdg apply beasiswa s2 di belanda dan membuat beberapa topik tesis, salah satunya adalah ttg condet. apabila anda bersedia, maukah anda menolong saya untuk lebih kenal dgn condet dan bahkan membantu saya dalam pencarian data ttg condet, karena saya akan sangat kesulitan apabila harus melakukannya sendiri. tolong kabari saya via email di rkoez@yahoo.com, mudah2an kabarnya ok. terimakasih banyak sebelumnya. riri

12:14 PM  
Anonymous Anonymous said...

saya lagi pengen liput ttg rumah adat betawi yang ada di condet...bisa bantu saya ga untuk no kontak yang bisa dihubungi...
email saya menentang_arah@yahoo.com.au

thx,
reta

9:25 AM  

Post a Comment

<< Home